Selasa, 04 November 2014

Makalah Ilmu Budaya Dasar 2


Mata Kuliah  :  Ilmu Budaya Dasar
Dosen : Muhammad Burhan Amin

Topik Makalah/Tulisan
SIKAP PRIBADI MAHASISWA BERBUDAYA TERBENTUK

OLEH ADAT ISTIADAT LINGKUNGAN KELUARGA


Kelas  :  1-EA34
Tanggal Penyerahan Makalah : 06 November 2014
Tanggal Upload Makalah  :  07 November 2014

P E R N Y A T A A N

Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.

Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.

                                           P e n y u s u n

                                                                          

N P M
Nama Lengkap
Tanda Tangan
18214899
Randy Ryanto Rahardjo


Program Sarjana Ekonomi

UNIVERSITAS GUNADARMA


KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang maha pengasih lagi maha penyayang, saya panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah mata kuliah Ilmu Budaya Dasar yang berjudul Sikap Pribadi Mahasiswa Berbudaya Terbentuk Oleh Adat Istiadat Lingkungan Keluarga.
Makalah ini berisikan tentang bagaimana pengaruh adat istiadat lingkungan keluarga untuk membentuk perilaku berbudaya kepada anaknya. Tentunya dengan bantuan berbagai pihak, sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu saya tidak lupa menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu saya dalam pembuatan makalah ini.

Makalah ini disusun bertujuan agar pembaca dapat menambah pengetahuan tentang pentingnya peran keluarga agar memiliki perilaku yang berbudaya.
Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.




                                                                                                             Bekasi, 4 November 2014
Penyusun


Randy Ryanto Rahardjo

DAFTAR ISI
Cover judul                      ……………………………………………………..        i
Pernyataan                       ……………………………………………………..        ii
Kata pengantar                ……………………………………………………..        iii
Daftar Isi                          ……………………………………………………..        iv
Bab I : Pendahuluan
1.1  Latar Belakang            ……………………………………………………..        1
1.2  Tujuan                          ……………………………………………………..        1
1.3  Sasaran                        ……………………………………………………..        1
Bab II : Permasalahan
2.1 Kekuatan                     ……………………………………………………..        2
2.2 Kelemahan                   ……………………………………………………..        3
2.3 Peluang                        ……………………………………………………..        3
2.4 Tantangan/Hambatan  ……………………………………………………..        4
Bab III : Kesimpulan dan Rekomendasi
3.1 Kesimpulan                  ……………………………………………………..        5
3.2 Rekomendasi               ……………………………………………………..        5

Referensi Tulisan             ……………………………………………………..        6

BAB I
PENDAHULUAN
            1.1   Latar Belakang
Keluarga adalah Lingkungan yang paling awal dalam proses pembentukan kepribadian seseorang. Lingk­ungan keluarga sangat mempengaruhi pendidikan awal seseorang, dan keluargalah yang mengajarkan pembentukan kepribadian seorang anak. Tingkah laku Orang Tua juga sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter seorang anak.
Kepribadian merupakan karakter dasar seorang manusia, dimana kepribadian tersebut dapat berupa tingkah laku, watak, emosi, sifat, dan cara berfikir. Salah satunya yang mempengaruhi suatu kepribadian adalah kebudayaan. Karena kebudayaan merupakan perilaku manusia yang dipelajari di lingkungannya yang bersifat turun temurun. Jadi apabila seseorang berada di lingkungan yang kental akan kebudayaan maka kepribadian orang tersebut akan sesuai dengan kebudayaannya.
Pembentukan perilaku dan karakter sangat ditentukan oleh peran serta Orang Tua dan Lingkungan keluarga, agar kedepannya anak tersebut dapat tumbuh menjadi seorang yang berprilaku berbudaya.
1.2    Tujuan Makalah
Tujuan penulis membuat makalah ini yaitu :
1.      Untuk memenuhi tugas makalah pada mata kuliah Ilmu Budaya Dasar.
2.      Membentuk  mahasiswa sebagai generasi yang berbudaya
3.      Melestarikan hubungan sosial-budaya yang harmonis ditunjukkan dengan adanya integrasi dalam masyarakat.

1.3    Sasaran
Makalah ini ditunjukan kepada mahasiswa-mahasiswi Universitas Gunadarma dan lingkungan sekitarnya agar dapat mengetahui bagaimana peran penting lingkungan keluarga dalam membentuk perilaku berbudaya agar menciptakan generasi penerus bangsa yang memiliki sikap berbudaya yang baik.
BAB II
PERMASALAHAN

Analisis permasalahan Sikap Pribadi Mahasiswa Berbudaya Terbentuk oleh Adat Istiadat Lingkungan Keluarga. Dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi lingkungan internal maupun eksternal dilihat dari aspek :
     2.1   Kekuatan (Strength)
a.       Lingkungan internal keluarga yang kondusif
Peran lingkungan internal keluarga sangat mendukung apabila disertai dengan suasana yang kondusif dan penuh kasih sayang. Karena keluarga adalah lingkungan awal dalam pembentukan jati diri seorang anak.
b.      Cinta dan Kasih sayang kedua orang tua
Anak mendapatkan cinta dan kasih sayang orang tua yang cukup akan membentuk karakter dan kepribadian seorang anak, dimana ketika seorang anak ada menghadapi suatu masalah yang didapatkannya, Maka sang anak akan bisa mengatasi suatu permasalahan tersebut dan menyelesaikannya dengan baik dengan menanyakan kepada orang tuanya.
c.       Memberikan dorongan batin kepada anak
Orangtua memiliki ikatan batin yang kuat untuk memotivasi anaknya agar memiliki kepribadian yang berbudaya, dan dan motivasi dari orangtua tersebut akan diaplikasikan oleh anaknya dimasa depannya nanti.
d.      Memberikan pendidikan norma dan etika berkehidupan yang berbudaya
Anak membutuhkan sebuah pedoman untuk memiliki sifat berbudaya, maka dari itu peran orang tua harus selalu mendidik anaknya agar mengertahui norma dan etika yang baik dalam bermasyarakat  
     2.2   Kelemahan (Weakness)
a.       Kurangnya keharmonisan antar anggota keluarga
Kurangnya perhatian dan pendidikan dari orangtua terhadap anak akan menimbulkan suatu kelonggaran hubungan antar anggota keluarga, sehingga anak akan mulai untuk mengabaikan saran atau perintah dari orang tuanya.
b.      Kurangnya cinta dan kasih sayang orangtua
Kurangnya kasih sayang dari orangtua terhadap anak akan sangat mempengaruhi kondisi kejiwaan, emosional, kesehatan dan perilaku. Ini akan sangat mempengaruhi kepribadiannya dimasa depan.
c.       Kurangnya komunikasi antar anggota keluarga
Di zaman modern seperti ini umumnya orang tua akan selalu menuruti tuntutan pekerjaan dan akan mengesampingkan waktu luangnya bersama anak. Sehingga tidak adanya waktu untuk mendidik dan kasih sayang kepada anaknya agar memiliki sifat yang berbudaya.
d.      Tingkat pendidikan orang tua yang rendah
Tingkat pendidikan yang rendah akan menyebabkan kurangnya pengetahuan orang tua tentang mendidik anak agar memiliki norma dan etika kehidupan berbudaya.

     2.3   Peluang (Opportunity)
a.       Melestarikan kebudayaan kekeluargaan indonesia
Dengan terbiasanya seorang mahasiswa ditanamkan kepribadian berbudaya didalam keluarganya, mahasiswa akan  menaplikasikan kebiasaan tersebut dalam kegiatan kemasyarakatan, contohnya seperti mengadakan seminar tentang pentingnya hidup berbudaya.
b.      Menanamkan budaya dari keluarga untuk lingkungan sekitar
Penanaman budaya di dalam keluarga sangat penting, karena akan memberi kesan kepada masyarakat di sekitarnya. Dengan begitu akan banyak keluarga yang lain termotivasi untuk mengikuti etika berbudaya didalam keluarganya.

c.       Saling menghormati antara  anak dan orang tua
Dampak positif dari penanaman karakter berbudaya dalam keluarga ialah, seorang anak akan tahu peran serta tugas di keluarganya. Anak akan lebih mengerti untuk saling menghormati antar anggota keluarga.

d.      Terciptanya keharmonisan antar anggota keluarga
Akan terciptanya suatu kesadaran di diri mahasiswa untuk lebih memiliki waktu luang bersama keluarga. Di waktu luang tersebut mahasiswa akan lebih punya ikatan batin yang lebih kuat yang akan mengharmonisasikan keluarga. 
     2.4   Tantangan (Threats)
a.       Kurangnya sikap selektif akan budaya asing yang masuk
Budaya asing sangat mudah berkembang pesat di negara indonesia. Hal ini sangatlah berbahaya, karena kebudayaan asli indonesia akan perlahan pudar dan bisa saja akan mengakibatkan disintegrasi kebudayaan nasional.

b.      Minimnya perhatian dari orangtua kepada anak
Seorang anak sangat membutuhkan perhatian orang tua untuk membimbingnya menjadi pribadi yang paham dengan etika berbudaya serta memberitahu antara hal yang baik dan buruk.

c.       Pengaruh negatif lingkungan luar seorang anak
Orangtua harus selalu mempunyai sifat protektif pada anak. Lingkungan luar seorang anak jika tidak diawasi akan berdampak negatif bagi anak. Perlunya interaksi yang intensif agar anak bisa lebih selektif.

d.      Kurangnya penanaman pribadi berbudaya didalam keluarga
Kurangnya kepedulian orang tua tentang pentingnya sikap berbudaya kepada anaknya, akan mengakibatkan anak nantinya bersikap kurang peduli terhadap kebuudayaan dan sangat mempengaruhi masa depannya.

BAB 3
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

     3.1  Kesimpulan
a.       Keluarga adalah dasar paling utama dan penting dalam membentuk kepribadian anak.
b.      Penanaman pribadi yang berbudaya didalam keluarga membuat anak sudah terbiasa memiliki sikap berbudaya.
c.       Kasih sayang dan cinta dari orangtua merupakan dua komponen penting dalam pembentukan kepribadian yang berbudaya.
d.      Waktu luang bersama keluarga memegang peranan penting untuk media pembentukan kepribadian berbudaya, sehingga bisa bertukar pikiran dengan anggota keluarga yang lain.

    3.2  Rekomendasi
a.       Cinta dan kasih sayang merupakan elemen penting dalam pembentukan karakter berbudaya. Tanpa elemen tersebut, komunikasi dari orang tua ke anak akan berjalan kurang harmonis. Maka dari itu merupakan tugas orang tua untuk terus mengasihi anaknya agar menjadi pribadi yang lebih baik.
b.      Keharmonisan dalam keluarga akan tercapai apabila komunikasi antara orang tua dan anak berjalan efektif dengan mengurangi waktu kesibukan dan memberikan waktu luang untuk berkumpul dengan anak, Untuk memberikan suatu pengajaran tentang kepribadian berbudaya.
c.       Penanaman kebudayaan di keluarga sangatlah penting. Dengan efek jangka pendek seorang anak akan memiliki sikap berbudaya, dan efek jangka panjangnya seorang anak yang berbudaya akan memilki kesadaran untuk memberikan kontribusi yang baik kepada masyarakat sekitar.

d.      Di zaman yang sudah serba instan ini penting bagi para orang tua untuk lebih memprioritaskan perhatian kepada anaknya agar anak punya pedoman kehidupan berbudaya yang benar. Hal ini dapat membuat seorang lebih paham tentang hal yang baik dan buruk.

Referensi Tulisan :



Tidak ada komentar:

Posting Komentar