Page 1
Rabu, 29 Juli 2015
Senin, 01 Juni 2015
Selasa, 31 Maret 2015
Senin, 30 Maret 2015
Selasa, 24 Maret 2015
Rabu, 14 Januari 2015
Makalah Ilmu Budaya Dasar 4
Mata
Kuliah :
Ilmu Budaya
Dasar
Dosen : Muhammad Burhan Amin
Topik Makalah/Tulisan
PEMAHAMAN ETIKA BERBUSANA DI KAMPUS
CITRA PRIBADI MAHASISWA BERBUDAYA
Kelas : 1-EA34
Tanggal Penyerahan Makalah : 16 Januari 2015
Tanggal Upload Makalah : 17 Januari 2015
P E R
N Y A T A A N
Dengan ini saya
menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat
sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.
Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima
konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.
P e n y u s u n
|
N P M
|
Nama Lengkap
|
Tanda Tangan
|
|
18214899
|
Randy Ryanto Rahardjo
|
|

Program Sarjana
Ekonomi
UNIVERSITAS GUNADARMA
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama
Allah SWT yang maha pengasih lagi maha penyayang,
saya panjatkan
puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya,
yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah mata kuliah Ilmu Budaya Dasar yang berjudul Pemahaman Etika Berbusana Di Kampus Citra Pribadi Mahasiswa
Berbudaya.
Makalah ini berisikan tentang bagaimana etika berbusana di
kampus dalam mempengaruhi citra pribadi mahasiswa berbudaya. Tentunya dengan bantuan berbagai pihak, sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu saya tidak lupa menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu saya dalam pembuatan makalah ini.
Makalah ini disusun bertujuan agar pembaca dapat menambah pengetahuan tentang pentingnya menjaga etika berbusana.
Makalah ini saya akui masih
banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh karena
itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang
bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Bekasi, 14 Januari 2015
Penyusun
Randy Ryanto Rahardjo
DAFTAR ISI
Pernyataan …………………………………………………….. i
Kata pengantar …………………………………………………….. ii
Daftar Isi …………………………………………………….. iii
Bab
I : Pendahuluan
1.1
Latar Belakang …………………………………………………….. 1
1.2
Tujuan …………………………………………………….. 1
1.3
Sasaran …………………………………………………….. 1
Bab
II : Permasalahan
2.1 Kekuatan …………………………………………………….. 2
2.2 Kelemahan …………………………………………………….. 3
2.3 Peluang …………………………………………………….. 3
2.4
Tantangan/Hambatan …………………………………………………….. 4
Bab
III : Kesimpulan dan Rekomendasi
3.1 Kesimpulan …………………………………………………….. 5
3.2 Rekomendasi …………………………………………………….. 5
Referensi Tulisan …………………………………………………….. 6
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Keragaman budaya di Indonesia adalah
penyebab utama perbedaan budaya busana di Indonesia. Busana yang dikenakan oleh
seseorang mempunyai makna dan pesan tertentu, bahkan busana tidak lagi hanya
berfungsi sebagai pelindung tetapi juga untuk memperlihatkan status sosial
mereka di masyarakat.
Etika berbusana di kampus merupakan contoh kecil dari
sekian banyak aspek lainnya. Pentingnya bagi para mahasiswa untuk mengetahui
etika berbusana yang sesuai dengan budaya berbusana di daerahnya.
Pemahaman etika berbusana ini harus diketahui dengan baik
oleh masyarakat agar selalu bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan budayanya.
Karena jika mahasiswa sudah paham dengan etika berbusana yang baik maka sudah
pasti mahasiswa tersebut memiliki jiwa berbudaya.
1.2 Tujuan Makalah
Tujuan penulis membuat makalah ini yaitu :
1.
Untuk memenuhi
tugas makalah pada mata kuliah Ilmu Budaya Dasar.
2.
Menumbuhkan rasa
kepedulian tentang pentingnya pemahaman etika berbusana.
3.
Memberikan informasi kepada mahasiswa tentang etika berbusana dapat
memancarkan citra individu berbudaya.
1.3
Sasaran
Makalah ini ditunjukan kepada mahasiswa-mahasiswi
Universitas Gunadarma dan lingkungan sekitarnya agar dapat mengetahui bagaimana
peran penting etika berbusana dalam mencerminkan citra individu berbudaya agar
generasi penerus bangsa memiliki sikap
cinta budaya indonesia.
BAB II
PERMASALAHAN
Analisis permasalahan Pemahaman Etika Berbusana Di Kampus Citra Pribadi Mahasiswa Berbudaya. Dengan
memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi lingkungan internal maupun eksternal
dilihat dari aspek :
2.1
Kekuatan
(Strength)
a.
Peran serta
masyarakat sekitar mengontrol budaya berbusana
Masyarakat memegang peranan
penting dalam mengontrol etika berbusana yang baik dan sopan. Jika masyarakat
kurang peduli tentang etika berbusana maka akan terjadi ketidaksesuaian sosial
b.
Kuatnya
pemahaman etika berbusana di kalangan mahasiswa
Pentingnya
pengetahuan akan etika berbusana harus dipahami oleh mahasiswa agar mahasiswa
tahu mana busana yang pantas dan sopan dan mana yang tidak.
c.
Etika berbusana
membawa anda kepada pribadi berbudaya
Berpakaian rapi dan sopan akan
membuat anda dipandang masyarakat sebagai individu yang berbudaya dan patut
untuk orang lain meniru gaya berbusana anda.
d.
Pengaruh positif
terhadap berbusana sesuai etika
Berbusana yang baik dan santun
membuat anda memancarkan aura positif akan kebaikan, namun sebaliknya jika anda
berpakaian tidak sopan dan senonoh akan membuat anda tidak dihargai dan
dipandang negatif.
2.2
Kelemahan
(Weakness)
a.
Kurangnya
kepedulian mahasiswa terhadap budaya
Kurangnya kepedulian mahasiswa
terhadap budaya asli mereka akan menyebabkan
hilangnya pedoman dalam berbusana yang baik dan sopan serta sesuai dengan
budaya indonesia.
b.
Munculnya pemikiran
negatif mahasiswa indonesia
Berbusana yang rapi dan sopan
terkadang bagi sebagian orang menganggap hal tersebut kuno dan tidak mengikuti
zaman, pemikiran ini harus dihilangkan karena tidak sesuai budaya masyarakat.
c.
Pengaruh negatif
budaya berbusana asing terhadap budaya asli
Di era modern dan digital
seperti ini pengetahuan akan gaya berbusana asing pun mudah diakses atau
dipelajari, hal ini sangat beresiko karena tidak semuanya budaya asing cocok
dengan budaya asli indonesia.
d.
Kurangnya pemahaman
akan pentingnya etika berbusana
Etika
berbusana harus dipahami oleh mahasiswa dengan baik agar tidak menyimpang dari
aturan dan etika masyarakat indonesia yang tidak tertulis namun mengikat
2.3 Peluang (Opportunity)
a.
Berkembangnya
industri pakaian yang sopan untuk kalangan remaja
Dengan semakin
bertambahnya kebutuhan seiring pertumbuhan penduduk maka industri pakaian untuk
remaja ini akan laris dan bisa digunakan ketika kuliah.
b.
Busana
santun dapat menjadi trend tersendiri kalangan mahasiswa
Dengan meningkatnya kesadaran mahasiswa akan etika berbusana akan membuat
sebuah gaya berbusana yang bisa ditiru oleh banyak orang dan tentunya hal
tersebut mencerminkan perilaku berbudaya.
c.
Adanya pameran
busana yang bertema etika busana berbudaya
Pameran
busana yang menampilkan pakaian sopan dan santun perlu diperbanyak lagi
acaranya agar lebih menyadarkan masyarakat pentingnya etika berbusana.
d.
Kelestarian budaya
berbusana yang selalu terjaga
Perlunya peran masyarakat untuk
selalu melestarikan budaya berbusana asli indonesia karena budaya indonesia selalu
menampilkan gaya berbusana yang baik dan santun.
2.4 Tantangan (Threats)
a.
Semakin
majunya perkembangan zaman
Di zaman modern seperti ini semua perkembangan gaya berbusana asing mudah
di pelajari dan ditiru, hal ini sangat mengkhawatirkan karena bisa memudarkan
orisinalitas gaya berbusana asli indonesia.
b.
Kurangnya
filterisasi terhadap kebudayaan asing
yang masuk
Kurangnya
kesadaran masyarakat akan pentingnya etika berbusana. Hal ini sangatlah berbahaya,
karena pakaian budaya indonesia akan perlahan ditinggalkan dan mahasiswa lebih
memilih busana asing yang sarat dengan fashion dan style yang tidak sesuai
dengan budaya indonesia
c.
Mendapat ejekan
dari orang lain
Di era modern seperti ini pakaian
tertutup dan rapih bagi sebagian orang menganggap itu kuno dan tidak mengikuti perkembangan
zaman, tetapi hal itu harus dihilangkan karena kita harus mengikuti budaya berbusana
indonesia.
d.
Sulitnya melawan arus
mode busana terkini
Era modern seperti ini
masyarakat indonesia lebih tertarik terhadap kebudayaan asing dan melupakan
kebudayaan asli indonesia. Hal ini dapat menyebabkan berkurangnya mahasiswa yang
mengenakan pakaian sopan dan santun saat kuliah.
BAB 3
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
3.1
Kesimpulan
a.
Pemahaman mengenai etika
berbusana yang santun bagi mahasiswa sangatlah penting karena merupakan indikator
individu berbudaya.
b.
Etika berbusana merupakan
pedoman dalam memilih gaya busana agar tidak menyimpang dari budaya indonesia.
c.
Penanaman akan
pentingnya etika berbusana yang sopan perlu ditanamkan pada usia dini.
d.
Pelestarian
kebudayaan busana daerah perlu terus dilakukan agar budaya tersebut tidak
tergerus oleh zaman.
3.2
Rekomendasi
a.
Pemahaman
akan etika berbusana di kalangan mahasiswa harus terus dilestarikan, karena hal
tersebut merupakan pedoman bagi mahasiswa dalam mengetahui busana tertentu pantas
dikenakan atau tidak. Maka dari itu perlunya pemahaman etika berbusana.
b.
Perlunya peran
serta pemerintah dan masyarakat dalam peningkatan kepedulian akan etika berbusana
asli indonesia agar budaya asli indonesia tetap terjaga dengan baik dan terjaga
orisinilitasnya
c.
Perlunya
peran pemerintah untuk membantu menjaga dan melestarikan trend berbusana yang santun
ini agar selalu terjaga dan semakin memperkuat jiwa berbudaya mahasiswa indonesia.
d.
Pesatnya
perkembangan zaman mendorong perlunya penanaman kepada mahasiswa untuk lebih
mencintai budaya berbusana asli indonesia dibanding gaya berbusana asing lainnya
karena budaya asli indonesia mempunyai keunikan yaitu kesantunan dan kesopanan
yang harus terus dilestarikan di generasi yang akan datang.
Referensi Tulisan :
3.
Sulastianto,
Harry (2006). Seni dan Budaya.
Jakarta: Penerbit Graffindo (2007).
4.
Sachari, Agus
(2007). Budaya Visual Indonesia. Jakarta:
Penerbit Erlangga (2007).
Langganan:
Komentar (Atom)




