Rabu, 14 Januari 2015

Makalah Ilmu Budaya Dasar 4


Mata Kuliah  :  Ilmu Budaya Dasar
Dosen : Muhammad Burhan Amin

Topik Makalah/Tulisan
PEMAHAMAN ETIKA BERBUSANA DI KAMPUS
CITRA PRIBADI MAHASISWA BERBUDAYA

Kelas  :  1-EA34

Tanggal Penyerahan Makalah : 16 Januari 2015
Tanggal Upload Makalah  :  17 Januari 2015

P E R N Y A T A A N


Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.

Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.

P e n y u s u n


N P M
Nama Lengkap
Tanda Tangan
18214899
Randy Ryanto Rahardjo


Program Sarjana Ekonomi


UNIVERSITAS GUNADARMA


KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang maha pengasih lagi maha penyayang, saya panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah mata kuliah Ilmu Budaya Dasar yang berjudul Pemahaman Etika Berbusana Di Kampus Citra Pribadi Mahasiswa Berbudaya.
Makalah ini berisikan tentang bagaimana etika berbusana di kampus dalam mempengaruhi citra pribadi mahasiswa berbudaya. Tentunya dengan bantuan berbagai pihak, sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu saya tidak lupa menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu saya dalam pembuatan makalah ini.

Makalah ini disusun bertujuan agar pembaca dapat menambah pengetahuan tentang pentingnya menjaga etika berbusana.
Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh karena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.


              Bekasi, 14 Januari 2015
Penyusun


Randy Ryanto Rahardjo


DAFTAR ISI
Pernyataan                       ……………………………………………………..        i
Kata pengantar                ……………………………………………………..        ii
Daftar Isi                          ……………………………………………………..        iii
Bab I : Pendahuluan
1.1  Latar Belakang            ……………………………………………………..        1
1.2  Tujuan                          ……………………………………………………..        1
1.3  Sasaran                        ……………………………………………………..        1
Bab II : Permasalahan
2.1 Kekuatan                     ……………………………………………………..        2
2.2 Kelemahan                   ……………………………………………………..        3
2.3 Peluang                        ……………………………………………………..        3
2.4 Tantangan/Hambatan  ……………………………………………………..        4
Bab III : Kesimpulan dan Rekomendasi
3.1 Kesimpulan                  ……………………………………………………..        5
3.2 Rekomendasi               ……………………………………………………..        5
Referensi Tulisan             ……………………………………………………..        6

BAB I
PENDAHULUAN
     1.1   Latar Belakang
Keragaman budaya di Indonesia adalah penyebab utama perbedaan budaya busana di Indonesia. Busana yang dikenakan oleh seseorang mempunyai makna dan pesan tertentu, bahkan busana tidak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung tetapi juga untuk memperlihatkan status sosial mereka di masyarakat.
Etika berbusana di kampus merupakan contoh kecil dari sekian banyak aspek lainnya. Pentingnya bagi para mahasiswa untuk mengetahui etika berbusana yang sesuai dengan budaya berbusana di daerahnya.
Pemahaman etika berbusana ini harus diketahui dengan baik oleh masyarakat agar selalu bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan budayanya. Karena jika mahasiswa sudah paham dengan etika berbusana yang baik maka sudah pasti mahasiswa tersebut memiliki jiwa berbudaya.
1.2    Tujuan Makalah
Tujuan penulis membuat makalah ini yaitu :
1.      Untuk memenuhi tugas makalah pada mata kuliah Ilmu Budaya Dasar.
2.      Menumbuhkan rasa kepedulian tentang pentingnya pemahaman etika berbusana.
3.      Memberikan informasi kepada mahasiswa tentang etika berbusana dapat memancarkan citra individu berbudaya.

1.3    Sasaran
Makalah ini ditunjukan kepada mahasiswa-mahasiswi Universitas Gunadarma dan lingkungan sekitarnya agar dapat mengetahui bagaimana peran penting etika berbusana dalam mencerminkan citra individu berbudaya agar generasi penerus bangsa  memiliki sikap cinta budaya indonesia.

BAB II
PERMASALAHAN
Analisis permasalahan Pemahaman Etika Berbusana Di Kampus Citra Pribadi Mahasiswa Berbudaya. Dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi lingkungan internal maupun eksternal dilihat dari aspek :
     2.1   Kekuatan (Strength)
a.       Peran serta masyarakat sekitar mengontrol budaya berbusana
Masyarakat memegang peranan penting dalam mengontrol etika berbusana yang baik dan sopan. Jika masyarakat kurang peduli tentang etika berbusana maka akan terjadi ketidaksesuaian sosial
b.      Kuatnya pemahaman etika berbusana di kalangan mahasiswa
Pentingnya pengetahuan akan etika berbusana harus dipahami oleh mahasiswa agar mahasiswa tahu mana busana yang pantas dan sopan dan mana yang tidak.
c.       Etika berbusana membawa anda kepada pribadi berbudaya
Berpakaian rapi dan sopan akan membuat anda dipandang masyarakat sebagai individu yang berbudaya dan patut untuk orang lain meniru gaya berbusana anda.
d.      Pengaruh positif terhadap berbusana sesuai etika
Berbusana yang baik dan santun membuat anda memancarkan aura positif akan kebaikan, namun sebaliknya jika anda berpakaian tidak sopan dan senonoh akan membuat anda tidak dihargai dan dipandang negatif.

    2.2   Kelemahan (Weakness)
a.       Kurangnya kepedulian mahasiswa terhadap budaya
Kurangnya kepedulian mahasiswa terhadap budaya asli mereka akan  menyebabkan hilangnya pedoman dalam berbusana yang baik dan sopan serta sesuai dengan budaya indonesia.
b.      Munculnya pemikiran negatif mahasiswa indonesia
Berbusana yang rapi dan sopan terkadang bagi sebagian orang menganggap hal tersebut kuno dan tidak mengikuti zaman, pemikiran ini harus dihilangkan karena tidak sesuai budaya masyarakat.
c.       Pengaruh negatif budaya berbusana asing terhadap budaya asli
Di era modern dan digital seperti ini pengetahuan akan gaya berbusana asing pun mudah diakses atau dipelajari, hal ini sangat beresiko karena tidak semuanya budaya asing cocok dengan budaya asli indonesia.
d.      Kurangnya pemahaman akan pentingnya etika berbusana
Etika berbusana harus dipahami oleh mahasiswa dengan baik agar tidak menyimpang dari aturan dan etika masyarakat indonesia yang tidak tertulis namun mengikat

2.3   Peluang (Opportunity)
a.       Berkembangnya industri pakaian yang sopan untuk kalangan remaja
Dengan semakin bertambahnya kebutuhan seiring pertumbuhan penduduk maka industri pakaian untuk remaja ini akan laris dan bisa digunakan ketika kuliah.
b.      Busana santun dapat menjadi trend tersendiri kalangan mahasiswa
Dengan meningkatnya kesadaran mahasiswa akan etika berbusana akan membuat sebuah gaya berbusana yang bisa ditiru oleh banyak orang dan tentunya hal tersebut mencerminkan perilaku berbudaya. 
c.       Adanya pameran busana yang bertema etika busana berbudaya
Pameran busana yang menampilkan pakaian sopan dan santun perlu diperbanyak lagi acaranya agar lebih menyadarkan masyarakat pentingnya etika berbusana.
d.      Kelestarian budaya berbusana yang selalu terjaga
Perlunya peran masyarakat untuk selalu melestarikan budaya berbusana asli indonesia karena budaya indonesia selalu menampilkan gaya berbusana yang baik dan santun.
   
     2.4   Tantangan (Threats)
a.       Semakin majunya perkembangan zaman
Di zaman modern seperti ini semua perkembangan gaya berbusana asing mudah di pelajari dan ditiru, hal ini sangat mengkhawatirkan karena bisa memudarkan orisinalitas gaya berbusana asli indonesia.
b.      Kurangnya filterisasi  terhadap kebudayaan asing yang masuk
Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya etika berbusana. Hal ini sangatlah berbahaya, karena pakaian budaya indonesia akan perlahan ditinggalkan dan mahasiswa lebih memilih busana asing yang sarat dengan fashion dan style yang tidak sesuai dengan budaya indonesia
c.       Mendapat ejekan dari orang lain
Di era modern seperti ini pakaian tertutup dan rapih bagi sebagian orang menganggap itu kuno dan tidak mengikuti perkembangan zaman, tetapi hal itu harus dihilangkan karena kita harus mengikuti budaya berbusana indonesia.
d.      Sulitnya melawan arus mode busana terkini
Era modern seperti ini masyarakat indonesia lebih tertarik terhadap kebudayaan asing dan melupakan kebudayaan asli indonesia. Hal ini dapat menyebabkan berkurangnya mahasiswa yang mengenakan pakaian sopan dan santun saat kuliah.


BAB 3
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
     3.1  Kesimpulan
a.       Pemahaman mengenai etika berbusana yang santun bagi mahasiswa sangatlah penting karena merupakan indikator individu berbudaya.
b.      Etika berbusana merupakan pedoman dalam memilih gaya busana agar tidak menyimpang dari budaya indonesia.
c.       Penanaman akan pentingnya etika berbusana yang sopan perlu ditanamkan pada usia dini.
d.      Pelestarian kebudayaan busana daerah perlu terus dilakukan agar budaya tersebut tidak tergerus oleh zaman.

    3.2  Rekomendasi
a.       Pemahaman akan etika berbusana di kalangan mahasiswa harus terus dilestarikan, karena hal tersebut merupakan pedoman bagi mahasiswa dalam mengetahui busana tertentu pantas dikenakan atau tidak. Maka dari itu perlunya pemahaman etika berbusana.
b.      Perlunya peran serta pemerintah dan masyarakat dalam peningkatan kepedulian akan etika berbusana asli indonesia agar budaya asli indonesia tetap terjaga dengan baik dan terjaga orisinilitasnya
c.       Perlunya peran pemerintah untuk membantu menjaga dan melestarikan trend berbusana yang santun ini agar selalu terjaga dan semakin memperkuat jiwa berbudaya mahasiswa indonesia.
d.      Pesatnya perkembangan zaman mendorong perlunya penanaman kepada mahasiswa untuk lebih mencintai budaya berbusana asli indonesia dibanding gaya berbusana asing lainnya karena budaya asli indonesia mempunyai keunikan yaitu kesantunan dan kesopanan yang harus terus dilestarikan di generasi yang akan datang.



Referensi Tulisan :
   3.       Sulastianto, Harry (2006). Seni dan Budaya. Jakarta: Penerbit Graffindo (2007).     
   4.       Sachari, Agus (2007). Budaya Visual Indonesia. Jakarta: Penerbit Erlangga (2007).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar