NAMA : Randy Ryanto Rahardjo
NPM : 18214899
KELAS : 4EA30
TUGAS MANAJEMEN JASA
PERKEMBANGAN KERETA API KRL
JABODETABEK DARI MASA KE MASA
Kereta
api dengan lokomotif listrik pertama buatan Belanda mulai beroperasi di Jakarta
pada 1925 sampai 1976. Lokomotif listrik ini bernama Electrische Staats
Spoorwegen (ESS) atau Lokomotif Djokotop. Kereta tersebut juga dikenal dengan
nama Lokomotif Bonbon. Saat ini Lokomotif Djokotop dipelihara di Balai Yasa
Manggarai, Jakarta Selatan, dan hanya difungsikan untuk kegiatan tertentu.
Sistem perkeretaapian pada tahun 1925 menjadi cikal bakal perkembangan KRL
hingga saat ini. Sejak tahun 1925, elektrifikasi jalur kereta api mulai
dibangun di Jabodetabek.
Pada
tahun 1976 Kereta lokomotif listrik digantikan KRL dari Jepang. Pada tahun 1976
sampai 2013 Para penumpang masih naik ke atas atap KRL ekonomi. Mereka berebut
memanjat ke atap gerbong lewat jendela. Pedagang juga bebas berjualan di dalam
gerbong kereta dan Kondisi peron di sejumlah stasiun yang masih dipenuhi pedagang.
Para pedagang bebas berjualan, bahkan menggelar pasar tumpah di bantaran rel
Pada
23 Maret 2009 pembenahan layanan KRL Jabodetabek diawali dengan pembelian 8
unit kereta AC pertama seri 8500 yang kemudian dibentuk menjadi satu rangkaian
KRL. Saat itu, rangkaian KRL pertama ini dikenal dengan nama Jalita, akronim
dari Jalan-jalan Lintas Jakarta. Pada 19 Mei 2009 PT KAI membentuk anak
perusahaan yang khusus mengoperasikan KRL AC. Anak perusahaan ini diberi nama
PT KAI Commuter Jabodetabek atau KCJ. Pada 2 Juli 2011 Pola single operation
mulai diterapkan. Pada pola ini, semua KRL AC, termasuk KRL ekspress mulai
dilebur menjadi satu layanan yang diberi nama KRL commuter line. KRL commuter
line wajib berhenti di setiap stasiun. Sebelum pola ini diterapkan, KRL
ekspress hanya berhenti di beberapa stasiun. 5 Desember 2011: Pola operasi loop
line mulai diterapkan. Pada pola ini terdapat penyederhanaan rute KRL dan mulai
diterapkannya sistem transit.
Dengan
diterapkannya pola operasi loop line ini, tidak ada lagi KRL dari Bogor yang
langsung ke Tangerang, ataupun KRL dari Serpong yang langsung ke Bekasi. Pada Desember
2012 mulai dilakukan penertiban terhadap keberadaan kios-kios pedagang liar di
area stasiun, baik di peron maupun halaman stasiun. Penertiban yang dilakukan
secara bertahap di seluruh stasiun di wilayah Jabodetabek ini tercatat
berlangsung hingga pertengahan 2013. Pada 25 Juli 2013 layanan KRL ekonomi di
semua relasi dihapuskan sehingga seluruh perjalanan KRL di wilayah Jabodetabek
dilayani oleh KRL commuter line.
Seiring “hilangnya” KRL ekonomi, penumpang pun tak ada lagi yang naik ke atap
kereta.
Pada
1 Juli 2013 PT KCJ menerapkan sistem tiket elektronik. Tiket elektronik ini
menggantikan tiket kertas yang sebelumnya digunakan. Ada dua jenis tiket
elektronik, yakni kartu single-trip untuk satu kali perjalanan dan kartu
multi-trip (KMT) yang dapat digunakan untuk beberapa perjalanan selama saldo
mencukupi. 22 Agustus 2013: PT KCJ memberlakukan uang jaminan Rp 5.000 pada
kartu single-trip. Hal ini dilakukan menyusul banyaknya kartu single-trip yang
tidak dikembalikan sehingga membuat PT KCJ merugi. Penerapan uang jaminan juga
membuat istilah kartu single-trip diubah menjadi tiket harian berjaminan atau
THB. Pada September 2015 PT KCJ mulai mengembangkan jenis tiket yang biasa
digunakan pelanggan. Tidak hanya kartu, tiket juga berbentuk gelang, stiker,
dan gantungan kunci. Pada Januari 2016 PT KCJ menyediakan vending machine untuk
mengurangi transaksi di loket. Dengan adanya mesin ini, penumpang bisa membeli
tiket secara mandiri. Mesin ini dapat melayani semua transaksi, mulai dari
pengisian saldo KMT, pembelian, dan pengembalian THB.
Pada
Januari 2016 mengembangkan kereta dengan Integrasi KRL dengan layanan bus
transjakarta diawali di Stasiun Tebet, Manggarai, dan Palmerah. Dengan begitu,
penumpang bisa naik transjakarta untuk menuju stasiun tersebut.
Pada
tahun 2020 rencananya, pemerintah akan mengembangkan sistem transit oriented
development (TOD). KRL akan terintegrasi dengan moda transportasi lainnya yang
berbasis kereta, yakni MRT, LRT, dan kereta bandara. Selain itu, KRL
terintegrasi dengan transjakarta.
2. ANALISIS :
.
Dahulu kala, pada tahun 1976 kereta lokomotif listrik digantikan KRL dari
Jepang. Kereta api KRL tersebut dinamakan kereta api KRL ekonomi, dimana kereta
api KRL ekonomi tidak menggunakan ac, banyak para penumpang yang makan dan
minum di dalam gerbong kereta api, dan banyak penumpang yang naik ke atas atap
KRL ekonomi agar mereka bisa sampai ke tempat tujuan dengan tepat waktu,
meskipun yang mereka lakukan itu sangat membahayakan bagi dirinya sendiri. Mereka
berebut memanjat ke atap gerbong lewat jendela. Akan tetapi, PT KRL Jabodetabek
memperbaiki pelayanan, yaitu dengan melakukan pembelian kereta AC.
Untuk
saat ini kereta api KRL Jabodetabek sudah menggunakan ac dan pengelolaan yang
lebih baik sehingga keadaan di stasiun baik keadaan di setiap gerbong dan peron
sudah menjadi bersih dan rapi sehingga enak diliat dan membuat para penumpang
merasa nyaman. Selain itu sudah tidak ada lagi pengamen yang bernyanyi bebas di
dalam gerbong kereta api dan tidak ada lagi penumpang yang duduk di atap
gerbong kereta api. Setelah, PT KCJ membeli kereta api KRL AC kemudian dibentuk
menjadi satu rangkaian KRL, lalu menerapkan pola single operation untuk semua
KRL AC, termasuk KRL ekspress yang mulai dibentuk menjadi satu layanan yang
diberi nama KRL commuter line. KRL commuter line wajib berhenti di setiap
stasiun. Penerapan sistem single operation membuat para penumpang tidak nyaman
dalam menggunakan kereta api karena semakin banyak penumpang yang menaiki
kereta api dan berdesak-desakan dan ingin cepat sampai ketempat tujuan.
Apabila
penumpang ingin pergi ke Bogor maka penumpang menaiki KRL Commuter Line lalu
turun di stasiun Manggarai. Setelah itu, menaiki kereta api KRL Commuter Line
Bogor. Begitu juga dengan yang lainnya agar memberikan kemudahan dan kenyamanan
para penumpang dalam menaiki kereta api.
Selain
itu, saat ini PT kereta Api KCJ memperbaiki semua fasilitas yang kurang bagus
menjadi lebih bagus dan bersih agar menarik masyarakat menggunakan kereta api
KRL Commuter Line Jabodetabek dan membuat para penumpang yang menggunakan
kereta api KRL menjadi nyaman dan aman. seperti pada gerbong kereta api KRL Commuter
Line diberlakukan khusus gerbong kereta api perempuan di gerbong pertama dan
gerbong kedua agar memberikan kenyamanan dan keamanan para penumpang perempuan
yang menaiki kereta api.
Selain
itu, PT KCJ melakukan penertiban terhadap keberadaan kios-kios pedagang liar di
area stasiun, baik di peron maupun halaman stasiun, memberikan tempat sampah
agar di lingkungan sekitar stasiun supaya bersih dan para penumpang pun merasa
menjadi nyaman dan juga memperbaiki layanan kereta api dalam membeli tiket,
yaitu PT KCJ memberikan kecepatan dan kemudahan kepada para penumpang dalam
membeli tiket dengan mengeluarkan tiket elektronik, yaitu kartu single trip dan
kartu multi trip (KMT).
Pada
kartu single trip PT KCJ memberlakukan uang jaminan Rp 5.000 Penerapan uang
jaminan diubah menjadi tiket harian berjaminan atau THB. Setelah PT KCJ
memberlakukan tiket elektronik yang memudahkan para pelanggan dalam membeli
tiket, memperkecil antrian dalam membeli tiket dan mempercepat para penumpang
dalam membeli tiket agar para penumpang bias cepat sampai ke tempat tujuan.
Selain itu, PT KCJ agar membuat para penumpang menjadi nyaman dan aman, PT KCJ
membuat card reader dan gate, dimana card reader tersebut digunakan untuk
menempelkan tiket elektronik tersebut agar membuka pintu gate dan penumpang
bisa masuk ke dalam stasiun dan menaiki kereta api dengan aman dan nyaman.
Setelah itu, PT KCJ menyediakan vending machine untuk mengurangi transaksi di
loket. Dengan adanya mesin ini, penumpang bisa membeli tiket secara mandiri,
mempermudah penumpang dalam membeli tiket dan mempercepat penumpang dalam
membeli tiket. Mesin ini dapat melayani semua transaksi, mulai dari pengisian
saldo KMT, pembelian, dan pengembalian THB
3.
Saluran elektronik pada PT Kereta Api KRL Jabodetabek:
PT
Kereta Api Ekonomi Commuter Line Jabodetabek (KCJ) saat ini memberlakukan
penggunaan tiket elektronik (e-ticketing) sebagai media pengganti tiket sistem
lama (tiket yang menggunakan kertas) atau tiket kertas. Dimana pada saat
menggunakan tiket kertas membutuhkan waktu yang lama untuk membeli tiket kereta
api, akan tetapi dengan mengunakan e-ticketing akan lebih mempermudah para
penumpang untuk proses pembelian tiket dan penggunaannya di stasiun. Tiket elektronik
atau e-ticketing tersebut, yaitu berupa kartu single trip yang dapat digunakan
untuk satu kali perjalanan dan kartu multi-trip (KMT) yang dapat digunakan
untuk beberapa perjalanan selama saldo mencukupi. Untuk masuk ke dalam stasiun,
penumpang yang telah memiliki tiket elektronik cukup menempelkan atau
menempatkan kartunya di dekat bagian pembaca kartu (card reader) yang secara
otomatis bisa membaca kartu dan kemudian membuka gate. Selain itu, PT KCJ
menyediakan vending machine yang digunakan untuk mengurangi transaksi antrian
di loket. Mesin ini dapat melayani semua transaksi, mulai dari pengisian saldo
KMT, pembelian, dan pengembalian THB
Manfaat
tiket elektronik kartu single trip dan kartu multi trip (KMT) adalah:
1) Tidak
perlu lagi antri tiket di loket apabila menggunakan kartu multi trip
2) Ampuh
meminimalisir antrian pembeli yang ingin membeli tiket kereta api di loket
3) Kelebihan
kartu multi trip hanya perlu mengisi saldonya saja dan siap digunakan secara
mudah
4) Tiket
elektronik single trip dan multi trip lebih fleksibel, modern, tidak mudah
rusak dan sobek.
5) Kartu
multi trip tidak mempunyai masa kadarluwarsa
Tantangan
tiket elektonik kartu single trip dan kartu multi trip:
1)
Penumpang yang lupa tap-in berpotensi terkena denda.
Sebab, data stasiun keberangkatan si penumpang tak akan terbaca di stasiun
tujuan. Penumpang akan kena denda jarak terjauh Rp 13 ribu.
3)
Dengan menggunakan kartu multi trip ini juga dinilai
berpotensi merugikan PT KCJ. Misalnya, jika di stasiun tujuan gerbang
elektronik tak berfungsi, penumpang tak akan dikenai potongan biaya perjalanan
alias naik gratis.
4)
Apabila terjadi pembatalan keberangkatan kereta oleh PT
KCJ. Misalnya kereta tujuan Bogor terpaksa harus berhenti di Depok karena ada
kerusakan rel. Penumpang bisa mengklaim gratis perjalanan mereka di Depok.
Manfaat
menggunakan vending machine:
1) Sangat
mengurangi antrian di loket
2) Mempercepat
pembelian tiket
3) Menarik
masyarakat agar menaiki kereta api
4) Memudahkan
penumpang dalam membeli tiket
5) membantu
mengurangi biaya untuk membuat loket baru dan memperkerjakan karyawan baru
karena sudah ada Ticket Vending Machine.
Tantangan
dalam vending machine :
1) Mesin
Ticket Vending Machine masih tidak
dapat menggantikan peran manusia karena mesin tidak bias menjelaskan apabila
konsumen ada yang tidak mengerti menggunakan mesin tersebut
2) Mesin
Ticket Vending Machine mempunyai umur
dan harus dilakukan perawatan agar tidak rusak. jika sampai rusak para
penumpang akan mengantri di loket dan membuat antrian di loket menjadi panjang.
DAFTAR
PUSTAKA
https://vik.kompas.com/transformasi-wajah-krl/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar